Rabu, 29 Oktober 2008

PEMBELAJARAN GERAK LAGU DAN TARI PADA ANAK USIA DINI
(Sebuah Tinjauan Lapangan)
Yekti Utami, S.Sen *)

Dewasa ini di Indonesia khususnya di Samarinda sudah banyak lembaga-lembaga baru yang menangani masalah PAUD baik itu berupa kelompok bermain, play group maupun Tempat Penitipan Anak baik yang dikelola swasta maupun oleh instansi pemerintah. Lembaga tersebut saling bersaing secara kompetetif dalam menawarkan program-program pembelajaran melalui bermain. Program-program tersebut tentunya sangat bervariasi dan mengalami inovasi sehingga mengalami bentuk yang sangat beragam. Hal ini bisa dipahami terjadi karena makin banyaknya tuntutan masyarakat akan kebutuhan pendidikan PAUD maka semakin banyak bentuk-bentuk pengembangan pembelajaran berbasis permainan (edutai..
Sedangkan di Samarinda saja kurang lebih berdiri 70 lembaga PAUD dengan tenaga pendidik PAUD 299 orang yang kesemuanya itu masih perlu upaya-upaya peningkatan baik berupa sistem penyelenggaraannya maupun peningkatan di bidang Sumber Daya Manusia terutama tutor PAUD. Dengan demikian yang tercapai dalam Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini tidak hanya dalam segi kuantitas tetapi juga dalam segi kualitas. Berbicara masalah kualitas Pendidikan Anak Usia Dini maka tidak terlepas pada satu faktor yang tidak kalah penting yaitu program pembelajaran dan sistem pembelajarannya.
Pembelajaran sendiri mempunyai pengertian suatu usaha sadar seseorang untuk merubah tingkah laku melalui interaksi dengan lingkungannya dengan harapan hasil kegiatan belajar berupa perubahan tingkah laku yang bersifat permanen dan kearah positif dimana perubahan tringkah laku berupa kognitif, afektif maupun psikomotorik.
Pembelajaran yang akan saya bahas disini khusus mengarah bagaimana pembelajaran gerak (baik tari maupun gerak lagu) pada anak usia dini. Pada dasarnya semua proses pembelajaran sama, namun karena sasaran kita adalah anak usia dini tentunya memerlukan cara-cara yang khusus agar proses pembelajaran bisa menyenangkan.
Sebelum kita berbicara gerak, alangkah baiknya kalau kita mengerti dulu bahwa ”seni merupakan media ekspresi kreatif dan aspiratif yang dapat diwujudkan melalui gerak (seni tari), garis, warna, bidang/tekstur (seni lukis) serta suasana/bunyi (seni musik) dalam susunan yang artistik dan estetika. Sedangkan landasan konseptual pendidikan seni adalah bahwa pendidikan kesenian merupakan pendidikan ekspresi kreatif yang dapat mengembangkan kepekaan apresiasi estetik yang diharapkan dapat membentuk kepribadian manusia seutuhnya seimbang baik secara lahir maupun batin, jasmani maupun pribadi/rohani.
Dalam pelaksanaannya pendidikan kesenian dapat disajikan secara terpadu dengan pokok-pokok bahasan lain yang mengembangkan kemampuan lainnya kecuali motorik, misalnya dalam gerak lagu dimuatin dengan kemampuan logika matematik atau kemampuan lainnya.
Tari anak atau gerak lagu dalam pelaksanaan pembelajarannya dapat dipadukan dengan bidang-bidang lain dengan kata lain bahwa konsep pembelajaran tari atau gerak lagu adalah sangat mudah untuk diterapkan, simple, bisa mengembangkan aspek pembelajaran serta mengembangkan kemampuan/potensi siswa.
Pembelajaran gerak lagu/tari perlu dilakukan karena dapat meningkatkan pertumbuhan fisik, motorik, mental, estetika. Hal ini ditunjukkan dengan perkembangan motorik anak dalam gerak-gerak bebas menari. Kegiatan ini memberikan kesempatan fisik untuk tumbuh sempurna dan secara langsung mental juga berkembang, karena kegiatan elakukan gerak-gerak tari pasti melibatkan kesadaran estetik dan emosi. Masih banyak lagi manfaat lain yang didapat dalam pembelajaran tari/gerak lagu yang kesemuanya itu mengarah pencapaian pembentukan kepribadian anak.
Cara Pembelajaran Tari
Mengajarkan tari/gerak lagu pada anak usia dini tidaklah mudah, perlu metode/cara supaya tujuan dari pembelajaran tadi tercapaibsecara optimal. Kalau tadi kita sudah berkomitmen bahwa pembelajaran seni pada anak bisa dilakukan secara terpadu dengan pengembangan kemampuan yang lain maka kita juga harus tahu bahwa pembelajaran pada anak usia dini adalah dengan permainan.
Disini pendidik perlu benar-benar dituntut mempunyai kreaifitas yang tinggi dalam mengemas sebuah metode pembelajaran yang akan digunakan. Sebelum pembelajaran dimulai hendaknya seorang pendidik tampil menarik didepan siswanya. Hal ini bisa dicapai dengan penapilan fisik dan kemampuan berbicara yang baik. Dengan berpenampilan menarik diharapkan siswa senang dengan tidak muncul rasa takut dengan kita, bahkan kalau pendidik bisa menyelami pribadi anak maka anak bisa terpikat dengan pendidik, dan kalau hal ini sudah tercapai maka proses pembelajaran bisa dilanjutkan dengan mudah.
Langkah-langkah dalam proses pembelajaran gerak lagu/tari pada PAUD antara lain :
Ø Langkah awal adalah memperhatikan kondisi psikologis anak kemudian tema dari gerak lagu, kalau itu memungkinkan untuk bernyanyi maka anak lebih baik diajak untuk bernyanyi terlebih dahulu.
Ø Pilihlah gerak lagu/tarian yang mempunyai tema alam sekitar atau tema-tema tentang kehidupan sehari-hari contohnya tema berkebun, tema binatang, tema profesi dan tema tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.
Ø Pilihlah gerak lagu (tari) yang mempunyai tingkat kesulitan geraknya rendah sehingga anak mudah untuk mengikutinya,
Ø Pilihlah gerak lagu atau tari yang mempunyai gerak komikal, yaitu gerak-gerak yang mengandung sesuatu yang lucu, hal ini akan mendukung suasana senang pada proses pembelajaran
Ø Pilihlah gerak lagu atau tari yang mempunyai alur dinamik sedang, lembut dan keras/cepat karena variasi dinamik akan melatih variasi emosi anak.
Ø Buatlah pola lantai gerak lagu/tari sesederhana mungkin dengan tetap memperhatikan nilai kemenarikan sebuah sajian.
Ø Pilihlah gerak lagu/tari yang dilakukan secara kelompok karena dengan begitu bisa ditanamkan rasa kerja sama, menghargai teman yang bisa mengarah pada kematangan sosial anak.
Ø Hendaknya pendidik menguasai betul tentang materi gerak lagu/tari sebelum mengajari. Penguasaan materi meliputi tiga aspek yaitu materi gerakan, irama gerakan dan komposisi gerak lagu. Dengan demikian guru mudah memberikan contoh gerakan tanpa menggunakan iringan.
Ø Berikan bentuk-bentuk gerakan dengan bertahap diawali satu macam pola gerakan jangan sekaligus, karena dalam satu ragam gerak memerlukan sebuah koordinasi motorik yang memerlukan waktu untuk melatihnya.
Ø Buatlah selingan-selingan berupa cerita yang relevan dengan tema dari gerak lagu/tari ayng akan diajarkan.
Ø Jika materi peragam gerak sudah tercapai maka perlu pengulangan-pengulangan gerak harus dilakukan supaya bentuk menjadi optimal. Dalam pengulangan-pengulangan gerak ini perlu kreatifitas pendidik PAUD dalam mengolah metode pembelajaran supaya anak tidak mengalami kejenuhan.
Ø Pendidik Paud harus pandai membagi materi gerak lagu dalam beberapa pertemuan yang perlu diperhatikan adalah kondisi fisik dan psikologis anak. Pada prinsipnya jangan memaksa anak jika kondisi anak tidak memungkinkan lagi.
Ø Jika materi selesai buatlah pentas kecil didalam arena pembelajaran sehingga anak bisa bermain perana atau bisa menunjukkan kemampuan didepan teman-temannya.
Ø Jika materi gerak lagu/tari menggunakan properti tari hendaknya selama proses pembelajaran selalu mengulangnya agar anak terbiasa dengan properti tari itu.
Ø Jika menginginkan sebuah pementasan maka pilihlah busana yang mendukung tema tarian atau gerak lagu dengan catatan tata busana tidak mengganggu gerak pada anak.
Ø Hendaknya tata rias tidak berlebihan apalagi sampai mengeksploitasi anak harus disesuaikan dengan tema tarian /gerak lagu
Ø SELAMAT MENCOBA

Tidak ada komentar: